- Pengertian
birokrasi,
Terdapat tiga macam arti, yakni:
1.
Birokrasi
diartikan sebagai “Government by bureaus”, yaitu pemerintahan biro oleh aparat
yang diangkat oleh pemegang kekuasaan, pemerintah atau pihak atasan dalam
sebuah organisasi formal.
2.
Birokrasi
diartikan sebagai sifat atau perilaku pemerintahan, yaitu sifat kaku, macet,
berliku-liku dan segala tuduhan negatif terhadap instansi yang berkuasa,
singkatnya bureau-pathology.
3.
Birokrasi sebagai tipe ideal organisasi. Biasanya birokrasi
dalam arti ini dianggap bermula pada teori max weber, tentang konsep sosiologik
rasionalisasi aktivitas kolektif [1]
Pengertian
birokrasi menurut para ahli:
-
Menurut
Hegel:
Birokrasi adalah medium yang
mempertemukan kepentingan rakyat dan pemerintah, birokrasi mengemban tugas yang
besar berupa harmonisasi hubungan antara rakyat dan pemerintah.
-
Menurut
Blau:
Birokrasi merupakan suatu
lembaga yang sangat kuat dengan kemampuan untuk meningkatkan
kapasitas-kapasitas potensial terhadap hal-hal rasionalisme yang netral pada
skala besar.
-
Menurut Ali
Mufiz
Birokrasi adalah intisari
dari otorita legal nasional adalah birokrasi, jantung dari birokrasi dalam
system hubungan yang dirumuskan secara rasional oleh aturan-aturan.
Jadi, birokrasi pemerintah
adalah sekumpulan tugas dan jabatan yang
terorganisir secara formal, berkaitan dengan jenjang yang komplek dan tunduk
pada pembuat peran formal.
Adanya dua mitos dalam
sistem politik Barat tentang birokrasi. Yang Pertama menganggap birokrasi
sebagai sumber keburukan. Harold J. Laski dalam dalam Encyclopedia of the
Social Science menggambarkan birokrasi sebagai penyebar rutin dalam
administrasi, mengorbankan fleksibilitas demi peraturan yang kaku, mengulurulur
proses pembuatan keputusan dan menolak eksperimen. Mithos kedua menganggap
birokrasi menjalankan peranan pahlawan. Max Weber merupakan pendukung terkemuka
pandangan ini. Ia menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai tingkat efisiensi
yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi
merupakan pelaksana pengendalian melalui pengetahuan.
-
Karakteristik
Birokrasi menurut Weber:
Birokrasi sebagai
organisasi dengan ciri-ciri khusus, menjadi pusat perhatian para ahli berbagai
disiplin ilmu sosial karena jasa Max Weber. Dalam karyanya The Theory of
Economy and Social Organization, Weber mengemukakan konsepnya tentang the ideal
type of bureaucracy dengan merumuskan ciri-ciri pokok organisasi birokrasi yang
lebih sesuai dengan masyarakat modern.
-
Peranan birokrasi
secara umum dikemukakan oleh Michael G. Roskin dan kawan-kawan mempunyai fungsi
yang meliputi kegiatan-kegiatan pengadministrasian, pelayanan, peraturan,
perizinan, pengumpulan informasi, dan urusan rumah tangga. Seluruh birokrat
pemerintahan menjalankan setidaknya dua dari fungsi dasar tersebut, dengan
sebagian bekerja secara khusus pada biro tertentu dan sebagian lagi menjalankan
fungsi ganda.
-
Birokrasi
pemerintahan dapat dipelajari sebagai input birokratik proses pemerintahan
dengan segala produk atau akibat-akibatnya, dan dapat juga dipahami sebagai
output atau produk proses birokratisasi pemerintahan dengan berbagai faktor
penyebab dan latar belakangnya.
-
Perilaku birokrasipemerintahan
Perilaku
birokrasi jauh berbeda jika dipahami dalam hubungan pemerintahan. Hubungan birokratik
tidak sama dengan hubungan pemerintahan. Ketika birokrasi pemerintahan
bertindak keluar, terjadilah hubungan birokratik pemerintahan, tetapi hubungan
ini tidak identik dan tidak analog dengan hubungan birokratik. Dalam banyak
hal, yang dapat diperintah dan manusia bukanlah bawahan pemerintah. Bahkan pada
saat rakyat berfungsi sebagai pemegang kedaulatan, pemerintahan berada
dibawahnya.tetapi bagaimanapun, antara kedua belah pihak terjadi proses
pengaruh – mempengaruhi proses interaksi.
Dalam lingkungan
pemerintahan, perilaku birokrasi yang diperani oleh aktor mendapat pengaruh
lain,yaitu karateristik masyarakat konsumer produk-produk pemerintahan.
Perilaku konsumer produk-produk pemerintahan jauh berbeda dengan perilaku
konsumer produk-produk ekonomi. Lingkungan konsumer produk ekonomi mengandung
banyak pilihan, mulai dari yang murah dan mudah sampai pada pilihan yang mahal
dan sukar. Tetapi lingkungan konsumer produk-produk
pemerintahan mengandung “no easy choice,”
sampai pada “no other choice,” bahkan
“no choice!”. Lingkungan seperti itu
mengandung konsekuensi atau akibat yang luas, mulai dari rintihan putusan,
sampai pada perusuhan terhadap pemerintah.
[1] Taliduhu ndraha, bagian I, bab 28. dalam kybernology
( ilmu pemerintahan baru), jakarta : PT rineka cipta, hlm. 513.
1 komentar :
mantap artikelnya gan.
www.kiostiket.com
Posting Komentar