Minggu, 05 Januari 2014

Birokrasi Pemerintahan



-    Pengertian birokrasi,
Terdapat tiga macam arti, yakni:
1.      Birokrasi diartikan sebagai “Government by bureaus”, yaitu pemerintahan biro oleh aparat yang diangkat oleh pemegang kekuasaan, pemerintah atau pihak atasan dalam sebuah organisasi formal.
2.      Birokrasi diartikan sebagai sifat atau perilaku pemerintahan, yaitu sifat kaku, macet, berliku-liku dan segala tuduhan negatif terhadap instansi yang berkuasa, singkatnya bureau-pathology.

3.      Birokrasi sebagai  tipe ideal organisasi. Biasanya birokrasi dalam arti ini dianggap bermula pada teori max weber, tentang konsep sosiologik rasionalisasi aktivitas kolektif [1]
Pengertian birokrasi menurut para ahli:
-          Menurut Hegel:
Birokrasi adalah medium yang mempertemukan kepentingan rakyat dan pemerintah, birokrasi mengemban tugas yang besar berupa harmonisasi hubungan antara rakyat dan pemerintah.
-          Menurut Blau:
Birokrasi merupakan suatu lembaga yang sangat kuat dengan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas-kapasitas potensial terhadap hal-hal rasionalisme yang netral pada skala besar.
-          Menurut Ali Mufiz
Birokrasi adalah intisari dari otorita legal nasional adalah birokrasi, jantung dari birokrasi dalam system hubungan yang dirumuskan secara rasional oleh aturan-aturan.
Jadi, birokrasi pemerintah adalah sekumpulan tugas dan jabatan  yang terorganisir secara formal, berkaitan dengan jenjang yang komplek dan tunduk pada pembuat peran formal.
Adanya dua mitos dalam sistem politik Barat tentang birokrasi. Yang Pertama menganggap birokrasi sebagai sumber keburukan. Harold J. Laski dalam dalam Encyclopedia of the Social Science menggambarkan birokrasi sebagai penyebar rutin dalam administrasi, mengorbankan fleksibilitas demi peraturan yang kaku, mengulurulur proses pembuatan keputusan dan menolak eksperimen. Mithos kedua menganggap birokrasi menjalankan peranan pahlawan. Max Weber merupakan pendukung terkemuka pandangan ini. Ia menyatakan bahwa birokrasi mampu mencapai tingkat efisiensi yang paling tinggi dan bentuk administrasi yang paling rasional karena birokrasi merupakan pelaksana pengendalian melalui pengetahuan.

-          Karakteristik Birokrasi menurut Weber:
Birokrasi sebagai organisasi dengan ciri-ciri khusus, menjadi pusat perhatian para ahli berbagai disiplin ilmu sosial karena jasa Max Weber. Dalam karyanya The Theory of Economy and Social Organization, Weber mengemukakan konsepnya tentang the ideal type of bureaucracy dengan merumuskan ciri-ciri pokok organisasi birokrasi yang lebih sesuai dengan masyarakat modern.
-          Peranan birokrasi secara umum dikemukakan oleh Michael G. Roskin dan kawan-kawan mempunyai fungsi yang meliputi kegiatan-kegiatan pengadministrasian, pelayanan, peraturan, perizinan, pengumpulan informasi, dan urusan rumah tangga. Seluruh birokrat pemerintahan menjalankan setidaknya dua dari fungsi dasar tersebut, dengan sebagian bekerja secara khusus pada biro tertentu dan sebagian lagi menjalankan fungsi ganda.
-          Birokrasi pemerintahan dapat dipelajari sebagai input birokratik proses pemerintahan dengan segala produk atau akibat-akibatnya, dan dapat juga dipahami sebagai output atau produk proses birokratisasi pemerintahan dengan berbagai faktor penyebab dan latar belakangnya.
-          Perilaku birokrasipemerintahan
Perilaku birokrasi jauh berbeda jika dipahami dalam hubungan pemerintahan. Hubungan birokratik tidak sama dengan hubungan pemerintahan. Ketika birokrasi pemerintahan bertindak keluar, terjadilah hubungan birokratik pemerintahan, tetapi hubungan ini tidak identik dan tidak analog dengan hubungan birokratik. Dalam banyak hal, yang dapat diperintah dan manusia bukanlah bawahan pemerintah. Bahkan pada saat rakyat berfungsi sebagai pemegang kedaulatan, pemerintahan berada dibawahnya.tetapi bagaimanapun, antara kedua belah pihak terjadi proses pengaruh – mempengaruhi proses interaksi.
Dalam lingkungan pemerintahan, perilaku birokrasi yang diperani oleh aktor mendapat pengaruh lain,yaitu karateristik masyarakat konsumer produk-produk pemerintahan. Perilaku konsumer produk-produk pemerintahan jauh berbeda dengan perilaku konsumer produk-produk ekonomi. Lingkungan konsumer produk ekonomi mengandung banyak pilihan, mulai dari yang murah dan mudah sampai pada pilihan yang mahal dan sukar. Tetapi lingkungan konsumer produk-produk pemerintahan mengandung “no easy choice,” sampai pada “no other choice,” bahkan “no choice!”. Lingkungan seperti itu mengandung konsekuensi atau akibat yang luas, mulai dari rintihan putusan, sampai pada perusuhan terhadap pemerintah.



[1] Taliduhu ndraha, bagian I, bab 28. dalam  kybernology ( ilmu pemerintahan baru), jakarta : PT rineka cipta, hlm. 513.

1 komentar :

Posting Komentar