Sabtu, 28 Desember 2013

Pranata Sosial

A.    Pengertian Pranata Siosial
Pranata sosial berasal dari istilah bahasa Inggris social institution. Istilah-istilah laindari pranata sosial ialah lembaga sosial dan organisasi sosial sosial. Walaupun istilah yang digunakan berbeda-beda, tetapi social institution menunjuk pada unsur-unsur yang mengatur perilaku anggota masyarakat.Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu, Pranata termasuk kebutuhan sosial, Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman pada kebudayaan, Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak.
Horton dan Hunt (1987) mendefinisikan pranata sosial sebagai lembaga sosial, yaitusistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandan penting.Di dalam sebuah pranata sosial akan ditemukan seperangkat nilai dan norma sosial yang berfungsi mengorganir (menata) aktivitas dan hubungan sosial di antara para warga masyarakat dengan suatu prosedur umum sehingga para warga masyarakat dapat melakukan kegiatan atau memenuhi kebutuhan hidupnya yang pokok.
Alvin L. Berrtrandmenerjemahkan Pranata sosial adalah kumpulan norma sosial (struktur-struktur sosial) yang telahdiciptakan untuk melaksanakan fungsi masyarakat
Koentjarningrat (1979) menyatakan bahwa pranata sosial adalah sistem-sistem yang
menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola atau sistem tatakelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Terdapat tiga kata kunci dalam setiap pembahasan tentang pranata sosial, yaitu:
1)      nilai dan norma sosial,
2)      pola perilaku yang dibakukan atau yang disebut dengan prosedurumum, dan
3)      sistem hubungan, yaitu jaringan peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku sesuai dengan prosedur umum yang berlaku.
Pranata sosial pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang kongkrit, dalam arti tidak selalu hal-hal yang ada dalam suatu pranata sosial dapat diamati atau dapat dilihat secaraempirik (kasat mata).Tidak semua unsur dalam suatu pranata sosial mempunyaiperwujudan fisik.Bahkan,pranata sosial lebih bersifat konsepsional, artinya keberadaanatau eksistensinya hanya dapat ditangkap dan difahami melalui pemikiran, atau hanyadapat dibayangkan dalam imajinasi sebagai suatu konsep atau konstruksi yang ada dialam pikiran.Beberapa unsur pranata dapat diamati atau dilihat, misalnya perilakuperilakuindividu atau kelompok ketika melangsungkan hubungan atau interaksi sosialdengan sesamanya.

B.     Tujuan dan fungsi pranata sosial
Diciptakannya pranata sosial pada dasarnya mempunyai maksud serta tujuan yang secaraprinsipil tidak berbeda dengan norma-norma sosial, karena pada dasarnya pranata sosialmerupakan seperangkat norma sosial.
Secara umum, tujuan utama pranata sosial, selain untuk mengatur agar kebutuhan hidup
manusia dapat terpenuhi secara memadai, juga sekaligus untuk mengatur agar kehidupansosial para warga masyarakat dapat berjalan dengan tertib dab lancar sesuai dengankaidah-kaidah yang berlaku. Contoh: pranata keluarga mengatur bagaimana keluargaharus merawat (memelihara) anak. Pranata pendidikan mengatur bagaimana sekolahharus mendidik anak-anak sehingga dapat menghasilkan lulusan yang handal.
Koentjaraningrat (1979) mengemukakan tentang fungsi pranata sosial dalam masyarakat,
sebagai berikut:
1.      Memberi pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkah laku ataubersikap di dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.      Menjaga keutuhan masyarakat (integrasi sosial) dari ancaman perpecahan(disintegrasi sosial).
3.      Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam melakukan pengendalian sosial (social
control).
Selain fungsi umum tersebut, pranata sosial memiliki dua fungsi besar yaitu fungsi manifes (nyata) dan fungsi laten (terselubung),
a.       Fungsi manifes yaitu, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi reproduksi yaitu mengatur hubugnan seksual untuk dapat melahirkan keturunan.
b.      Fungsi laten yaitu, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendali sosial dari perilaku menyimpang.

C.     Ciri-ciri pranata sosial
a.       Merupakan suatu organisasi dari pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas sosialdan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam satu unit yang fungsional.
b.      Pranata sosial mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan. Suatu sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan, baru akan menjadi bagian pranata sosial setelah melewati waktu yang sangat lama.
c.       Mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipakai mencapai tujuan
d.      Lambang-lambang biasanya merupakan ciri khas dari pranata sosial, yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi pranata sosia
e.       Pranata sosial mempunyai tradisi, baik tertulis maupun tidak tertulis.

D.    Macam- macam pranata sosial
a.       Pranata keluarga
Pranata keluarga adalah bagian dari pranata sosial yang meliputi lingkungan keluarga dan kerabat.Pembentukan watak dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pranata keluarga yang dialami dan diterapkannya sejak kecil.Bagi masyarakat, pranata keluarga berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat.
b.      Pranata pendidikan
Pranata pendidikan berfungsi untuk meningkatkan potensi, kreativitas, dan kemampuan diri, membentuk kepribadian dan pola pikir yang logis dan sistematis; serta mengembangkan sikap cinta tanah air, untuk membentuk mental.
c.       Pranata ekonomi
Pranata ekonomi adl seperangkat aturan yg mengatur ttg kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa shg terwujud kesejahteraan dan ketertiban masyarakat
d.      Pranata agama
e.       Pranata politik
Curang, 13 Sekolah Didiskualifikasi
|
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/01/10/0952278620X310.JPG


SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 13 sekolah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2012 melalui jalur undangan didiskualifikasi sehingga seluruh siswanya tidak dapat diproses. Sanksi ini diberikan karena sekolah-sekolah tersebut melakukan kecurangan.Hal itu dikatakan Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Prof Dr Ravik Karsidi MS, yang juga Koordinator Humas SNMPTN Pusat, di Solo, Sabtu (17/3/2012).

"Kami tidak bisa menyebutkan sekolah termasuk jumlah dan nama siswa yang menjadi korban sekolah melakukan kecurangan itu," kata Ravik.

Ia mengatakan, hal ini memang sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa 13 sekolah yang melakukan kecurangan itu tidak akan diumumkan nama-namanya secara terbuka.

"Sebelumnya, ada 14 sekolah yang dicurigai berbuat curang.Namun, setelah dilakukan klarifikasi, ternyata ada satu sekolah yang bebas atau dinyatakan tidak melakukan kecurangan," ujarnya.

Sanksi yang diberikan kepada belasan sekolah yang curang itu, data-data siswa yang dikirimkan tidak akan diproses.  Sementara, bagi siswa sekolah yang terkena "black list" atau masuk daftar hitam itu, masih diberi kesempatan bersaing memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri melalui jalur ujian tulis SNMPTN.

"Silakan nanti mendaftar mengikuti ujian tulis SNMPTN.Mereka masih diberi kesempatan," katanya.

Menurut Ravik, sanksi tersebut memang berat bagi siswanya. Namun, semua sekolah dan kepala sekolah sudah mengetahui ketentuan itu sejak awal.Penjaringan calon mahasiswa unggul melalui jalur undangan SNMPTN adalah berbasis kejujuran.

"Kalau ada sekolah yang berlaku tidak jujur, panitia pusat sudah memperingatkan akan memberikan sanksi. Semua sudah disampaikan kepada kepala sekolah, kalau kemudian ada yang nekat tidak jujur,  tanggung sendiri akibatnya," kata Ravik.

Meski tidak diumumkan, pada saat hasil SNMPTN jalur undangan diumumkan pada 28 Mei 2012, sekolah-sekolah yang didiskualifikasi akan diketahui karena siswa asal sekolah tersebut tidak ada yang diterima

0 komentar :

Posting Komentar