Sabtu, 28 Desember 2013

The New Rulers of The World (Film Dokumenter)

Film ini bercerita tentang globalisasi yang didesain agar menguntungkan negara-negara maju dengan tema utama adalah buruh yang diperbudak serta utang luar negeri. Film ini juga  menceritakan bahwa inilah era penguasa baru dunia (the new rulers of the world), khususnya pengaruh bagi sebuah negara (Indonesia).
            Dalam film ini dipaparkan kondisi buruh pabrik di Indonesia yang mengenaskan yang bekerja di perusahaan multinasional (MNC = multinational company) seperti Nike, Adidas, GAP, sedangkan disisi lain perusahaan MNC dan distributor di negara-negara maju meraup keuntungan yang sangat besar,
Untuk kasus utang luar negeri, telah menjerat Indonesia menjadi negara penghutang (idealnya sepanjang masa) sejak rezim Soeharto. World Bank dan negara-negara kreditor mengambil keuntungan yang besar dari mekanisme yang tidak transparan dan cacat hukum tersebut melalui proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan multinasional dari negara-negara asal masing masing. Jadi, meskipun WB dan negara kreditor memberi pinjaman 100%, namun sebenarnya sebagian besar uang tersebut digunakan untuk membuka lapangan pekerja negara kreditor dan hanya sekitar separuh uang pinjaman tersebut benar-benar masuk ke negara miskin tersebut.
Pada pembukaan film dokumenter tersebut, disajikan sebuah lagu mengenai globalisasi. Yang berbunyi :
“Keuntungan dunia baru kini
  Pemimpin industri besar
 Katanya memiliki visi dan misi mulia
 tapi kejam kepada ku
Mereka menjanjikan dunia dimana setiap orang menjadi kaya, pintar dan muda
Namun, seandainya pun aku hidup dapat merasakannya
Bagi ku itu sudah sangat terlambat ”
Itulah fakta yang terjadi di Indonesia. Dan pada awal tahun 2000-an, terjadi gerakan jutaan manusia menentang globalisasi di berbagai penjuru dunia. Globalisasi yang didengung-dengungkan oleh Amerika dan negara kapitalis liberal bahwa akan membawa kemakmuran bagi umat manusia ternyata mengakibatkan jurang pemisah yang begitu besar antara si kaya dan si miskin.
Fakta-fakta tersembunyi globalisasi yaitu :
  • Sekitar 10% penduduk dunia menikmati dan memiliki 90% kekayaan dunia, sedangkan sisa 90% penduduk dunia harus merebut 10% uang untuk menghidupi keluarganya.
  • Total kekayaan sekelompok kecil orang yang berkuasa ternyata lebih besar dari total kekayaan seluruh penduduk benua Afrika.
  • Seperempat (1/4) kegiatan ekonomi dunia dapat dikuasai hanya dengan 200 perusahaan MNC.

Efek Globalisasi di Indonesia
Banyak pembeli yang tidak menyadari bahwa di jalan-jalan besar atau di supermarket, berbagai produk dengan merek terkenal, mulai sepatu olahraga, kaos hingga pakaian bayi hampir seluruhnya dibuat di negara-negara yang sangat miskin dengan upah buruh yang sangat rendah, nyaris seperti budak. Fakta : Untuk marketing produk Nike, perusahaan membayar pegolf Tiger Woods lebih besar dibandingkan dengan upah seluruh buruh yang membuat produk Nike di Indonesia.
Sehingga kita perlu tanyakan kembali, inikah globalisasi yang menjadi harapan masa depan dunia? Ataukah globalisasi hanyalah kedok penguasa saat ini yang menggunakan cara-cara lama yang dulunya dilakukan raja-raja dan sekarang diteruskan oleh (perusahaan) MNC dengan bantuan berbagai lembaga keuangan dunia dan pemeritah (Indonesia) sebagai penopangnya?
Indonesia adalah sebuah negara dimana imperialisme lama bertemu imperialisme baru. Ini sebuah negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah: Tembaga dan emas, minyak dan kayu, keahlian dan SDM-nya. Dijajah oleh Belanda di abad ke-16, itu sesungguhnya hutang yang sampai saat ini masih belum terbayar. Ratusan tahun lamanya, Indonesia itu dihisap oleh negara-negara utara, bukan hanya Indonesia semua negara-negara kulit berwawrna sehingga barat menjadi kuat, menjadi makmur.
Departemen Keuangan AS dikuasai Bank Dunia dan IMF. Dua lembaga ini adalah agen-agen negara-negara terkaya di muka bumi ini, khususnya Amerika Serikat. IMF dan Bank Dunia dibentuk menjelang akhir PD II, untuk membangun kembali perekonomian Eropa. Kemudian dua lembaga itu mulai meminjami uang untuk negara miskin, dengan syarat dibiarkan memasuki ekonomi negara tersebut dan perusahaan barat dibolehkan menolah bahan mentah dan pasar di negara tersebut.
Hutang digunakan sebagai alat agar kebijakan IMF dan Bank Dunia diterapkan di banyak dunia ketiga. Kondisi saat ini adalah, negara-negara termiskin sudah berada dalam lingkaran setan kemiskinan. Mereka tidak bisa keluar, bahkan penghapusan hutang pun, tidak mampu menyelamatkan mereka dari perangkap kemiskinan. Ini bukan masalah penghapusan hutang, karena banyak hutang diberikan di bawah tekanan lembaga-lembaga internasional atau kolusi dengan pemerintah yang tidak memihak rakyatnya. (Barry Coates, Gerakan Pembangunan Dunia)
Bank Dunia mengatakan bahwa tujuannya adalah membantu masyarakat miskin, dengan
mempromosikan "pembangunan global" Sistem yang sebenarnya sederhana: "Sebuah bentuk sosialisme bagi si kaya, dan kapitalisme bagi si miskin." Kaum kaya menjadi luar biasa kaya dari  hutang, buruh murah dan menghindari pajak, sementara kaum miskin makin miskin karena pekerjaan dan layanan publik, dicabut untuk membayar bunga pinjaman pemerintah kepada Bank Dunia.

0 komentar :

Posting Komentar